Oleh :
Edward Ferydyas
110610076/PMDO kelas : B
Ketika menjabat sebagai Direktur Utama di PT PLN, Dahlan Iskan merupakan sosok yang sangat berpengaruh bagi PLN. Meskipun ketika awal menjabat sebagai Direktur Utama.beliau masih belum memahami tentang listrik, tetapi Dahlan Iskan berusaha sebaik mungkin untuk memahami hal-hal yang terkait dengan listrik dengan cara kursus kilat pada minggu pertama dari salah satu manajer yang memahami betul mengenai listrik. selain itu informasi lain yang terkait dengan listrik beliau terima dari berbagai berbagai sumber, baik itu berasal dari kritik dan saran dari masyarakat ataupun dari diskusi dengan para anggota perusahaan dan lain-lain. Pada awalnya ketika menjabat sebagai Direktur Utama PLN beliau mengalami penolakan dan diragukan kemampuannya dalam memimpin perusahaan. Namun Dahlan Iskan berusaha untuk untuk bekerja dengan wajar.
Pada saat itu harapan dari perusahaan menginginkan agar menanggulangi krisis listrik yang berdampak pada pemadaman bergilir. Sehingga pada saat rapat disimpulkan bahwa penganganan krisis listrik berakhir dalam waktu 6 bulan. Saat kebijakan itu berhasil maka kepercayaan dari perusahaan juga meningkat. Inti dari Knowladge management adalah observasi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan dengan cara melakukan observasi di banyak tempat terkait dengan pasokan listrik entah pasokan listrik tercukupi ataupun belum mencukupi. serta melakukan evaluasi dan studi banding ke negara-negara yang memiliki manajemen listrik yang efisien. setelah memperoleh informasi ini Dahlan Iskan kemudian menyusun kebijakan terkait dengan pasokan listrik dan memenuhi harapan masyarakat agar tidak terjadi pemadaman bergilir. selain itu Dahlan Iskan juga berusaha untuk mengupayakan agar mencoba sumber daya yang lebih murah agar tidak terus merugi yang akhirnya perusahaan menjadi untung.
Dalam hal Knowladge Worker Dahlan Iskan merotasi kembali karyawannya dan meletakkan posisi sesuai dengan bidang keahlian. namun terdapat kelemahan dari kebijakan yang dicanangkan oleh beliau terkait dengan sumber daya manusia. yakni dalam hal promosi jabatan. dalam promosi jabatan ini tidak didasarkan pada lamanya seorang karyawan mengabdi di perusahaan (pengalaman kerja) tetapi justru kearah pengetahuan dan tingkat pendidikan seseorang. Sehingga terkadang dirasa tidak adil oleh karyawan yang telah lama bekerja di perusahaan. cara yang dilakukan ini dengan memangkas syarat kenaikan jabatan yang sebelumnya sembilan syarat harus terpenuhi menjadi empat syarat sehingga karyawan yang masih mudapun dapat dipercaya menjadi direktur. Hal ini terkait dengan pemikiran beliau terkait dengan kemerdekaan ide yang dikemukakannya sekaligus asumsinya serta kepercayaannya bahwa karyawannya ini merupakan lulusan terbaik dari universitas terbaik sehingga tidak ada alasan untuk diragukan kemampuan karyawannya.
Terkait dengan Knowladge Strategy ini Dahlan Iskan lebih condong dalam melakukan live chatting dan diskusi dengan seluruh karyawan. Begitu pula kebijakan terkait dengan CEO note yang dicanangkan. Diharapkan dengan adanya note ini alur pikiran dan harapan dari pimpinan dengan bawahan dapat dijembatani dengan baik. hal ini dikarenakan waktu untuk melakukan diskusi dengan bawahan ini yang terbatas dan juga jumlah karyawan PLN yang tidak sedikit. akan tetapi note ini selalu mendapat respon dari baik itu dari pimpinan maupun bawahan. sehingga kinerja dari perusahaan masih terus sesuai dengan apa yang diharapkan.
Terkait dengan Knowladge Management dan strategi bisnis. Kebijakan yang dikemukakan oleh Dahlan Iskan dipersiapkan dengan baik dari berbagai sisi. hal ini dilakukan agar kebijakan yang telah ditetapkan dan disetujui oleh banyak pihak ini dapat dijalankan dengan baik dan tidak berhenti ditengah jalan ketika terjadi permasalahan mendatang. salah satunya adalah dalam penghematan anggaran kerja. yakni membeli sumber daya yang lebih murah tetapi tetap memperhatikan kualitas barang tersebut. semisal dalam memilih sumber listrik termurah beliau masih berpatokan dengan harga dan kualitas dipasaran. meskipun begitu beliau tetap mempertimbangkan sumber listrik yang lain. Selain itu dalam hal pelayanan, Dahlan Iskan berusaha meminimalisir pemadaman bergilir dengan cara pengadaan sistem listrik kepulauan dan melakukan penghentian pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dan menggantinya dengan penggunaan trafo IBT yang listriknya berasal dari pembangkit listrik yang masih surplus cadangan listriknya.
sumber referensi :
Amstrong M.(2010). Amstrong's Essential Human Resource Management Practice.London.Kogan Page.http://dahlaniskan.wordpress.com/2010/07/17/dua-tangis-dan-ribuan-tawa/
http://leadershipqb.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1822:dialog-kepemimpinan-bersama-dahlan-iskan-dirut-pln&catid=39%:betti-content&Itemid=30

Tidak ada komentar:
Posting Komentar