Senin, 24 Mei 2010

Bahasa Sebagai media dalam berkomunikasi pada Budaya

Penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari–hari saat ini memang sudah menjadi sesuatu yang lumrah pada diri setiap individu dalam komunitas sendiri maupun komunitas lain. Manusia pada dasarnya diciptakan oleh Tuhan sebagai mahluk yang memimpin mahluk yang lain yang ada dibumi ini dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh anusia yakni pembentukan budaya yang kemudian menentukan sebuah bahasa. Dalam penggunaan bahasa ini sedikit perlu ditekankan bahwa peaknaan bahasa dalam budaya tidak hanya menyangkut sebuah ucapan semata tetapi lebih dari itu. Bahasa dapat engarah pada non verbal juga karena factor penguat dan penegasan dari sebuah budaya terkadang tidak berupa ucapan tetapi dari gerak tubuh, tulisan, dan sebagainya.

Mengenai awal tibulnya sebuah bahasa dalam budaya. Bagaimana itu bisa terjadi? Pada mulanya sejarah memang menyebutkan bahwa asal mulanya sebuah bahasa dalam budaya itu dipengaruhi oleh interaksi pada manusia pada zaman batu, yakni ketika mereka berusaha menyampaikan apa yang mereka saksikan maupun yang mereka alami. Karena pada saat itu belum ada tanda-tanda maupun symbol-simbol yang ada dikalangan manusia pada waktu itu mereka kemudian memberikan suatu symbol tersendiri yakni dengan cara menggambar pada dinding yang tertera pada batu-batuan maupun dinding-dinding gua. Sehingga mereka bisa menyampaikan apa yang ingin mereka sampaikan. Ketika peradaban sudah mulai berkembang. Maka gambar-gambar itu kemudian beralih kepada sebuah bentuk yang terbaru. Hal inilah yang disebut dengan awal mulanya huruf. Terntu tidak serta-merta huruf-huruf pada zaman kuno tersebut bisa diucapkan begitu saja dengan mudahnya. Karena itu diperlukan sebuah proses yang cukup memakan waktu dibagian pengenalannya pada lingkungan budaya yang didiami oleh orang-orang pribumi pada suatu budaya. Ketika peran bahasa itu semakin menguat baru diperkenalkan pada budaya yang lain melalui interaksi dan perpindahan penduduk maupun pola perdagangan. Sehingga bahasa bisa dikenal oleh pihak lain. Karena terus terjadinya perubahan zaman dan pola yang mungkin mirip itu, akhirnya bahasa yang digunakan adalah seperti sekarang ini. Jika dicontohkan yakni bahasa Melayu. Pada awalnya merupakan bahasa yang dikemukakan dan digunakan oleh komunitas yang kecil kemudian terus dikembangkan oleh pengguna bahasa tersebut akhirnya terus menyebar yang kemudian menjadi bahasa yang digunakan pada komunitas makro. Dalam pengkategorian bahasa ini melingkupi yakni :

Bahasa yang bersifat verbal maupun non verbal.

Dalam hal ini bahasa yang verbal sudah jelas yakni bahasa yang sering kita ucapkan sehari-hari baik itu pada diri sendiri maupun orang lain. Dalam bahasa yang sifatnya verbal ini merupakan dasar pada penyampaian suatu pesan kepada orang lain. Sementara bahasa yang bersifat nonverbal yakni dapat berupa gerak tubuh, tulisan yang terlampir maupun hal-hal sebagainya. Tujuannya yakni dapat berupa penyampaian informasi dan juga sebagai penguat informasi yang yang berbentuk verbal itu.

Bahasa berwujud tulis maupun lisan.

Dalam penggunaan bahasa kita sering menemui bentuk huruf atau dan angka yang ada di berbagai tempat. Inilah yang disebut dengan tulisan. Sementara yang berbentuk lisan sudah jelas yakni yang biasa kita ucapkan.

Bahasa resmi dan bahasa pergaulan.

Dalam penggunaan bahasa sehari-hari ada beberapa penggolongan yang sudah sering kita jumpai yakni penggunaan bahasa yang resmi maupun bahasa pergaulan. Dalam penggunaan bahasa yang resmi biasanya digunakan di tepat atau situasi yang sifatnya formal seperti diruang sidang dalam rapat suatu pembahasan maupun dalam kegiatan formal lainnya. Beda halnya mengenai bahasa pergaulan. Bahasa pergaulan sudah tentu biasa diucapkan dalam situasi yang nonformal. Tapi terkadang dalam situasi formal seseorang tidak sengaja mengucapkan kata-kata yang nonformal semisal dalam kegiatan belajar maupun perkuliahan.

Daftar Referensi.

1. Burgon & Huffner. 2002. Human Communication. London: Sage Publication

2. M. Ghojali Bagus A.P.& Tim. 2010. Hand Out Psikologi Komunikasi.